Nikmat Membawa Sengsara

Mbak saya mendadak melahirkan. Mendadak. Bukannya melalui suatu proses kehamilan yang ditunggu-tunggu dan dijaga dengan baik oleh orang-orang sekitarnya selama berbulan-bulan.. Tapi secara mendadak, tiba-tiba, sekonyong-konyong (or some may say “sekodong-kodong”) anaknya lahir dan muncul ke dunia. Di hari Minggu yang tidak terlalu cerah, ia ditemukan terkapar pingsan di kamarnya dalam keadaan hamil 9 bulan, tanpa ada yang menyadarinya. Bahkan mbak saya sendiri juga tidak sadar -_-
Saat itu orangtua saya sibuk meneleponi dokter dan betapa nyaris pingsannya saya ketika mereka berkata, “Mbak hamil!”

Hamil?

Kok bisa?

Suaminya memang rajin membesuki hampir setiap minggu dan sekarang kita tahu apa yang mereka kerjakan selama ini di malam hari, tapi yang saya tidak habis pikir adalah: KOK BISA SIH HAMIL TANPA BERITA, TANPA RENCANA, TANPA ADA PEMIKIRAN MASAK-MASAK?

Mbak saya sudah memiliki 2 anak laki-laki di kampung. Mereka berdua masih duduk di sekolah dasar. Beberapa kali ia terpaksa pulang kampung karena anaknya yang pertama sering sakit. Ia bahkan nyaris mengundurkan diri alias resign dari karir yang telah ia rintis selama belasan tahun ini demi lebih memperhatikan anak-anaknya. Sekolah mereka. Kesehatan mereka. Perkembangan mental dan psikologis mereka (yang ini gw sotoy). Jadi ia punya banyak masalah yang menanti untuk diatasi. Kok bisa-bisanya dan tega-teganya ia melipatgandakan masalah anak-anaknya yang tak berdosa itu dengan menghadirkan makhluk hidup nan lucu dan tak berdosa baru di antara mereka?

Dulu saya pernah berkata pada seorang teman yang senantiasa setia mendengarkan pemikiran-pemikiran sampah saya.

“Mestinya seks itu ga enak tau, jadi orang berhubungan seks emang kalo mau punya anak aja. Ga bakal tuh ada korban pemerkosaan, anak lahir sia-sia, anak korban perceraian.. Kalo ga bisa dan ga mau ngurus anak, ya ga bakal bikin anak.”

totally sampah bukan?

Tapi semakin uzur usia ini, rasanya saya semakin setuju dengan pendapat saya sendiri. Melihat orang-orang yang tidak mampu secara finansial melakukan reproduksi tanpa berpikir alias thoughtless reproducing, beranak-pinak tanpa memikirkan anak-anaknya kelak akan jadi manusia macam apa, memiliki peran dan posisi apa di dunia, mau diberi makan apa, pendidikan apa.. Dan bukan hanya itu, bahkan yang kaya raya dan hartanya melimpah sampai 70 turunan pun dengan mudahnya meninggalkan dan menelantarkan anaknya kebingungan tanpa arah. Terpisah dengan kakak dan adiknya karena yang satu ikut ibu yang lain ikut ayah.. Merasa marah tapi tak tahu harus melampiaskan pada siapa..

Hahhh… Mau jadi apa ini negara?!

Mungkin orang Jepang itu memang jauh lebih canggih ya software otaknya. Mereka sekarang sudah nyaris menghentikan laju reproduksi penduduknya. Bahkan diperkirakan, tahun 2050 jumlah penduduk Jepang akan menurun drastis mengingat angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran. Pemerintah Jepang dengan gencar mendorong perempuan untuk berkeluarga dan menghasilkan keturunan sampai menawarkan segala jenis jaminan bagi setiap anak yang lahir di Jepang.

Gender equality has been a distant dream in Japan but a drastic national population decline is forcing the government to take steps to help women — if only to encourage them to have more children. 

Plans include doubling current child allowances, from April this year, to 100 US dollars per month for couples having their third child. New regulations are also being readied to nudge companies to decrease working hours for both men and women so they can share the family workload. 

click for source

Oh the irony…

Mungkin ada baiknya setengah warga Indonesia diungsikan saja ke Jepang supaya hidup sejahtera dan dapat dengan bahagia beranak-pinak disana. Bisa jadi hubungan bilateral yang saling menguntungkan juga kan =D

Segala sesuatu yang ekstrim itu mungkin memang tidak baik ya.. Seperti wanita-wanita Jepang yang hanya mau berkarir tanpa berkeluarga.. Kebiasaan membuat anak tanpa perhitungan dan pertimbangan.. Dan juga kepercayaan bahwa seks adalah nikmat membawa sengsara 😆 

Yang jelas pikir-pikir dululah sebelum berbuat. Kasihan kan kalau anak bererot sebelas tapi nantinya cuma menuh-menuhin dunia tanpa ada guna, atau lebih parah jadi kriminal, penjahat, pencuri, jambret, garong (baik kelas kakap maupun teri).. Kasihan juga guru-guru mereka di sekolah yang kewalahan menghadapi efek dari perbuatan reproduksi tak bertanggung jawab para orangtua (yang ini sih curhat colongan!).

And please keep in mind… Sex is for reproducing, so please reproduce responsibly! *wink2*

4 thoughts on “Nikmat Membawa Sengsara

  1. konon katanya siih… memang orang yang secara finansial tidak mampu itu justru lebih gencar bereproduksi.. karena, seperti layaknya orang zaman dahulu, mereka berfikir bahwa anak itu adalah sebuah investasi… misalnya.. si Inem punya anak 10, pikir si Inem mungkin “moso dari 10 anak ga ada yang jadi??”… Kalo ada anaknya yg jadi, toh orangtuanya akan mendapatkan keuntungan kan??
    Nah… cara mereka merawat anak2 mereka itu, yah mungkin otak mereka ga sampai ke situ…

    sekarang peningkatan birth rate itu sesungguhnya mencerminkan kemakmuran sebuah negara looh… misalnya Japan… atau Canada… Mereka memiliki birth rate yg lebih defisien dibandingkan mortality rate-nya… Karena mereka merasa hidup mereka udh oke… udah seneng… toh ngapain lagi punya banyak anak?? ngebebanin aja…

    Jadi makin makmur, makin dikit anaknya…
    Makin miskin masik banyak anaknya…

    ironis yaa…..

    Seharusnya indonesia dibikin peraturan kaya dicina aja… cuma boleh punya anak 1! selebihnya ga akan ditanggung / dianggep sm pemerintah kecuali orangtuanya kaya….
    heh… niat bgt kan gw nulis komeng bwt lo… ohohoho…

  2. huaah..akhirnya ada yg ngerti jg,, si nanduy baca tulisan ini malah ngomel2, katanya seks itu alat pemuas nafsulah, penyalur hormonlah.. itu sih nenek2 gondrong jg tau! tp tau ga “efek sampingnya” itu anak manusia? hahahah..
    iya sih emang aneh pemikiran orang yg terlalu jangka pendek. intinya manusia itu emang cenderung egois & mikirin dirinya sendiri aja ga sih?

    eniwei long comments are always loved! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s