Divortiare, by Ika Natassa

Not only did I guess correctly the ending of the book right after reading the first chapter, I also got itches here and there reading such surreal story with perfect characters who have perfect lives, perfect careers, and perfect partners *excuse me, I think I just threw up in my mouth a little.

Now I understand why I quit reading chicklits since 2005. I am simply a hopeless romantic! 😆

Attached are quotes written in order to avoid me regretting those precious hours and days wasted in the midst of my daily madness reading it. And hey, I liked some parts of it anyway.

*Thanks ya Pit untuk referensi & pinjeman bukunya (maksa lagi minjeminnya!). I hope after reading this, you’ll be much better prepared for your future marriage with your future doctor husband 😛

 

You don’t just get over something like that easily. Dan aku membencinya karena telah membuatku jatuh cinta padanya tapi lalu dia menghancurkan semuanya. Marriage councelor kami — yes, we went to one — pernah bilang ketika salah seorang mulai menarik diri, seharusnya pasangannya mengalah, meraih pasangannya supaya ia tidak menarik diri lebih jauh lagi. Dan butuh orang yang sangat tidak egosentris untuk melakukan hal seperti itu. Sayangnya, aku dan Beno sama-sama terlalu egois.

*

Opposite attracts, but two people who are so much alike are just like magnets with the same pole. Kesamaan itu justru menjadi pemecah, ibarat magnet berkutub sama yang akan selalu tolak-menolak. Seperti Superman yang tidak akan pernah bisa berdekatan dengan kryptonite walaupun keduanya berasal dari planet yang sama. When togetherness and unification turn into destruction. Maybe it takes physical attraction, intellectual intercourse, a very happy marriage, then a cold, bitter ending to make us realize that we are really each other’s kryptonite.. Jadi kalau aku bisa memutar balik waktu, aku akan memilih untuk membencinya dari awal. Dari detik pertama ketika ia tersenyum dan mengulurkan tangan untuk berkenalan denganku. Karena kalau aku membencinya, ia tidak akan bisa menyakitiku. Kita hanya bisa disakiti oleh orang-orang yang kita cintai, ya kan?

Jadi aku memilih membencinya.

Aku memilih membencinya.

Pernah nonton Red Dragon? Aku masih ingat satu adegan saat Hanibal Lecter yang diperankan Anthony Hopkins melihat bekas luka peluru di dada detektif Will Graham (Edward Norton), dan berkata, “Our scar has a way to remind us that the past is real.” 

*

I have a new found respect for actors and actresses. Orang-orang yang bisa memblok emosi pribadinya dan menyelami karakter dengan begitu luar biasa sehingga masyarakat awam seperti aku bisa terhanyut dalam cerita. Aku tidak akan pernah bisa menjadi seperti itu. Blocking my emotions so I can be someone else. Compartmentalize my feelings so I have two kinds of feelings: real feelings and feelings that are just for acting.

*

..”Mungkin karena elo kelamaan sendiri kali, Lex ya.” Tadi aku cuma mengangguk-angguk setuju saja, daripada dibahas makin panjang-lebar. Karena mungkin memang itu sebabnya. Sama seperti Andy Rodick, petenis favoritku yang jago banget di lapangan, tapi mungkin malah kagok seandainya jadi pemain ganda. The other person who’s supposed to help you win the game becomes a hindrance instead.

*

You know how it is when you know that it’s the last time you’re going to see something, and you just want to take a mental picture of it? Sesuatu yang bisa mengingatkan kita pada keputusan masa lalu yang mengubah hidup kita sekarang.
I am taking a mental picture of Denny. 

**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s