Darwinisme dan Seteguk Air Zamzam

Never get in fights with pigs – you get all dirty and they enjoy it.
– General Abrams

Semalam, ketika saya diprovokasi oleh seseorang untuk menanggapi tulisan seseorang, dengan liciknya saya langsung menghasut orang lain untuk melakukannya hohoho.. (bacalah analisa ilmuwan muda ini, sekedar sebagai pembuka mata anda)

Bukan apa2, tapi untuk menjelaskan suatu hal sepenting evolusi, rasanya kurang bijaksana jika asal bicara tanpa ada acuan yang valid. Nilai Bioevolusi (3sks -red) saya juga tidaklah mengagumkan sehingga saya tak cukup tebal muka untuk bicara panjang lebar tentang hal sensitif itu (biasa,, lebay).

Ribut2 antara sains dan agama kadang2 membuat saya muak. Kenapa ya orang hobinya menyudutkan pendapat seseorang karena merasa pendapat & ajarannya yang paling benar? Kalau Darwin masih hidup, pasti dia sedih sekali, hasil penelitiannya selama bertahun2 hasil curahan darah, keringat, dan airmatanya dicaci-maki oleh sekelompok orang yang mengesampingkan jasa2 dirinya.

Padahal mereka pikir berkat siapa hubungan kekerabatan makhluk hidup di bumi bisa diketahui? Memangnya pengaruh virus atau bakteri patogen dapat diatasi/dihindari tanpa ahli2 taksonomi yang mengidentifikasinya? Tanpa jasa ilmuwan2 sinting yang dihina-dina oleh mereka?

Dan yang paling bikin malas, pihak yang memulai huru-hara anti-Darwinisme justru menutup diri dari forum diskusi terbuka. Yah, sama saja bicara sama kucing saya si Othello dong. Coba diajak bicara baik2, penuh dengan fakta dan pemikiran mendalam, panjang lebar, mulai dari tenang2 sampai urat sarap menegang, eehh doi tetep ga ngerti satu kata pun yang kita omongin! Ngeloyor aja tanpa terjadi pertukaran pikiran.

Sains tanpa agama bagai manusia berotak tapi tak berhati. Sebaliknya agama tanpa sains seperti manusia berhati tanpa otak. Bagaimana kalau kita gunakan organ tubuh kita yang telah diberikan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Kuasa ini untuk saling melengkapi, bukannya terus2an saling mencaci?

Dan orang2 yang merasa gelasnya sudah terlalu penuh sampai2 tak bisa diberi masukan apa2 lagi, barangkali patut memeriksa kapasitas gelasnya. Jangan2 hanya sebesar gelas untuk meneguk air zamzam lagi!

20 thoughts on “Darwinisme dan Seteguk Air Zamzam

  1. semua orang punya landasan ilmiah melihat sesuatu, di ilmu pengetahuan sering terjadi perdebatan, perbaikan teori, ataupun pertentangan teori.
    wajarlah…
    kalo memang teori itu atau teori ini ndak kita percayai yah udah ngak usah. teori lain hanya pendukung atau bahan referensi saja..

  2. mau nge-quote ah gw…

    “the most important thing you can bring anywhere is not a Gucci bag or a French-cut jeans,… but an open mind”

    ;p

    gw jg heran knp byk org yg cenderung berfikir dalam satu sisi aja..
    sebeel… dan gw udah 3 tahun mengacu dari om darwin di sisi-sisi renungan gw (i will tell this story to my grandchildren one day)…tp begitulah… gelas mereka sudah terlalu penuh untuk menerima air yang lain… :<

  3. @arul: iyap, jangan secara general menyalah2kan teori seseorang juga kan, karena mungkin tersimpan kebenaran hakiki di dalamnya (halah)

    @nane: i knoww! semoga kita punya gelas2 yang senantiasa bertambah besar tapi tak pernah terlalu penuh untuk ditambah isinya ya.. >_<

  4. Ngomongin gelas gw jadi inget psikolog gw yang dulu. apa kabarnya yah.

    Hehehhe.. gw dituduh memprovokasi. Ajakan itu kan sekedar bisikan sesat…. Kok diseriusin sih πŸ˜€

  5. Sains tanpa agama bagai manusia berotak tapi tak berhati. Sebaliknya agama tanpa sains seperti manusia berhati tanpa otak.

    akur….
    agama memang diperuntukkan untuk orang yang memiliki akal dan pikiran, bukan cuma perasaan.
    tapi akal dan pikiran juga mampu menciptakan kata2 dan pikiran yang mampu memutarbalikkan kepercayaan dan agama.
    gimana dunk?

  6. betul Darwin kan baik hati, gak sombong dan suka menabung, suka nulis lagi, klo jaman sgono dah ada internet dan blog wordpress pasti beliau juga nge blogger.

  7. saya ndak tau tentang darwin dan ndak tau tentang agama . Yang saya tahu orang yang saling gontok-gontokan mencari yang terbenar adalah tipu muslihat setan πŸ™‚

  8. saya sombong dan tidak suka menabung, saya gak mau kenalan ma darwin tapi kalo kenalan ma Darwis saya mau. banyak stock ce2 sexy soalnya doi. huhuhuhuhuhu

  9. liat komen diatas, semoga tuhan nyesel tlah nyiptain makhluk yg ini juga πŸ˜€

    empunya blog: ‘maap nyampah πŸ™‚ ‘

  10. jangan-jangan bukan karena gelasnya gak cukup. gelasnya masih sisa banyak tapi yang dimasukkan berlawanan dengan isi didasarnya jadi ya gak isa campur. opo gelase bocor hehehe

  11. Paling baik dan bijak tentu saja mematahkan pendapat atau teori sains dengan teori sains juga. Jadi, kalau mau menyalahkan ya harus secara saintifik, bukan cuma menjelek-jelekkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s