Senin, 17 Desember 2007

I may be a drama queen, but I never enjoy making a scene…

Dan di hari bersejarah ini.. saya telah melanggar prinsip tersebut dengan menangis tak terkendali di ujian sidang saya! Sungguh memalukan.

Benarkah memalukan?
Apakah segitu memalukannya menjadi manusia?
Entahlah.

Mungkin emosi yang ditahan dan dipendam akhirnya meluap juga ketika dia mulai mengajukan pertanyaan2 (sok) pintar yang di luar bidang penelitian ataupun bidang keahliannya.

Mungkin luka di hati yang selama ini ditambal-sulam sekuat tenaga jebol juga ketika melihat wajahnya yang tersenyum mencemooh, menunjukkan kepuasan yang barangkali melebihi orang yang sedang orgasmus.

Mungkin benteng pertahanan akhirnya hancur juga ketika menyadari dia punya alasan kuat untuk kembali memberi nilai terendah, nilai yang sama sekali bukan hak saya.

Mungkin tangis itu muncul sebagai kekecewaan terhadap diri sendiri, yang akhirnya tak mampu memalsukan senyum untuk terakhir kali, karena telah gagal untuk membanggakan pembimbing yang telah banyak memberi selama ini.

Yang jelas hari yang seharusnya menjadi hari indah penuh sejarah ini, telah tercoreng oleh banjir air mata. Yang tak ada cara untuk menghentikannya. Yang mungkin sengaja dikuras olehnya.

Dan pada akhirnya, nilai sempurna itu pun jadi kurang terasa nikmatnya.

Karena bagaimanapun, hari ini saya telah dikalahkan oleh musuh terbesar saya selama ini, diri saya sendiri.

I lost.

But that doesn’t mean he won.

And now the real life has just begun.

Goodbye losers, go find some others to kick and step on, cos I’m so done with you now.

11 thoughts on “Senin, 17 Desember 2007

  1. huhuhu selamat yah……..
    mengenai tendangan yang membuat mata berair anggap aja salam perpisahan yang menginginkan dirimu lebih tegar nantinya jalan
    🙂

  2. waduh akhir nya bertambah lagi jumlah sarjana (bener gak yak? ini maksudnya lulus sidang kah?), sidang bukan segalanya yang menentukan diri kita sukses atau tidak adalah kita sendiri. Good Luck…

  3. Yak.. selamat datang kelulusan, selamat datang Lombok, selamat datang kebebasan finansial (nah lho?).

    Ntar kirim foto wisudanya yah. Omong2 setelah dapat sarjana, tuh orang lu gebukin aja. Toh dia ga ada kekuasaan atas lu lagi, kan? Sewa preman, kerubutin waktu jalan tengah malam. Hehehe. *ehm, becanda.

    Cry now, save happiness for later.

  4. slamet book!! hahaha…
    memang begitulah hidup di jurusan yg penuh derita ini… but at least it’s all over and done!!
    cepatlah cari kerja dan hasilkan uang dan prestasi yang banyak… supaya lo bisa kembali ke jurusan sambil memamerkan keberhasilan lo kepada mereka yg mencemooh dan sengaja membuat qt menderita…
    they’ll regret it!!
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s