Wanita, Sepakbola, dan Seksisme

 

play-copy.jpg

Waktu SMP dulu, entah kesambet setan apa, tiba2 saya jadi maniak bola, secara spesifiknya sih terobsesi dengan sebuah klub sepak bola Italia yang sekarang namanya sudah timbul tenggelam dan tak jelas bagaimana nasibnya.

Dan jangan tanya kalau sudah terobsesi saya jadi seperti apa. Jangankan nama para pemain dan pelatih, tempat tanggal lahir pemain, nama & kapasitas stadion, sejarah, kostum (malah dengan gilanya saya sempat mendesain adaptasi kostum mereka untuk keperluan “fashion runway” haha), formasi dan taktik permainan mereka saya hafal semua. Mengesankan? Tunggu dulu.

Ternyata cowok2 yang tau saya juga maniak bola tidak semuanya menyambut dengan antusias. Dan ini tidak terjadi saat SMP saja. Ketika SMA dan kuliah, masih saja ada kaum Adam yang tak bersedia berbagi pengetahuan sepakbola tanpa memandang jenis kelamin saya. Meskipun tentu saja tidak semua laki2..bersikap seperti ini (ya, nyanyikan persis seperti lagu Megy Z), tapi tak bisa dipungkiri, pandangan mencemeeh (ini bahasa Padang dari “mencemooh” namun memiliki makna lebih kuat –red) itu terkadang masih diperlihatkan oleh beberapa kaum Adam yang sepertinya tidak rela “lahannya” digarap kaum Hawa.

Lalu otak kiri saya pun bekerja dan (seperti biasa) menganalisa berdasarkan fakta2 (jangan muntah ya Har bacanya :D):

Wanita yang ahli otomotif.

Wanita yang mengerti masalah mesin dan “perteknikan”.

Wanita yang jago bermain bola basket.

—-> Menarik, punya nilai lebih, lebih “asik”, dan yang paling penting.. bisa menyelam sambil minum air (baca: menggeluti hobi sambil ngecengin cowok2 ganteng).

Sedangkan…

Laki2 yang jadi perancang busana.

Laki2 yang menjadi penata rias.

Laki2 yang hobi berkebun dan merangkai bunga.

—-> Emm.. Apa anda memikirkan yang saya pikirkan?

Jika ya, maka kita wanita bisa bernafas lega dan tersenyum selebar2nya. Ternyata (beberapa) kaum Adam yang sinis dan meremehkan wanita2 yang sanggup menggeluti bidang mereka hanya iri dan dengki, karena wanita yang bisa menguasai medan mereka justru mendapat “nilai” lebih, justru dianggap multitalenta, justru mendapat kebahagiaan berlipat ganda, dan yang jelas tidak kemudian dipertanyakan, apa orientasi seksualnya.

Dan hari ini, saya bersyukur telah dilahirkan sebagai seorang wanita 😀

*Gambar di atas diambil pada final Piala Asia, Stadion Gelora Bung Karno pada tanggal 29 Juli 2007 dari balik gawang Saudi Arabia yang terhalang oleh steger yang tidak jelas maksud dari keberadaannya. Pertandingan dimenangkan oleh Irak dengan skor 1-0.

26 thoughts on “Wanita, Sepakbola, dan Seksisme

  1. Wanita yang ahli otomotif…so what?
    Wanita yang mengerti masalah mesin dan “perteknikan”. ya..trus knpa?
    Wanita yang jago bermain bola basket…..kewl
    Laki2 yang jadi perancang busana…so what?
    gw juga juga bisa dikategorikan sebagai salah satu diantaranya
    Laki2 yang menjadi penata rias…so…hmmmmm WHAT?
    Laki2 yang hobi berkebun dan merangkai bunga.
    tidak sedikit yang punya duit banyak krnnya

    isu gender ini sering kali saya rasa terlalu dibesar2kan mungkin karna saya tidak terlalu mengerti, saya sendiri menganggapnya tak pernah ada. bukannya kamu sendiri yang bilang tidak semua laki2 berpikiran seperti “itu”
    tidak semua disini bisa saja jumlahnya sangat besar jadi sedikit keterlaluan kalau menganggapnya sebagai kesalahan kaum adam.
    saya juga bersyukur dilahirkan sebagai seorang laki2 🙂

  2. Hahahahha.. kok kesannya gw yang sexist?

    you know what? Yang gw ingat dari 3 jenis cewe itu malah sinetron “Montir-Montir Cantik”! (yuhu.. jangan marahin gw dong! siapa suruh pake Azhari di sinetron itu @_@).

    Terus faktanya kalau jurusan teknik mesin itu cuma 1 atau 2 cewe yang ambil (padahal katanya ga sekejam itu jurusannya). Beda ama teknik industri yang rame cewe. Padahal sebenarnya ilmunya ga jauh-jauh sangat.

    Cewe maen basket.. hmmm yang ini gw demen. Soalnya badannya jadi terlatih dan hemmm.. seksi. Tapi kalau yang lebih langka lagi cewe maen bola atau rugby.

    Iya sih..kalau dipikir-pikir cowo-cowo itu berusaha memonopoli bidangnya. Sementara mereka sendiri berusaha mengekspansi bidang2 yang dulu dikuasai cewe. So harsh. -_-

    Omong2 ini pernah kejadian: Kakak gw cewe, anak Geologi, kekar, tipe wanita karir, sangat mengagungkan kesetaraaan. Tapi pas hujan dia ngomong gini:

    Har.. perbaiki atap, bocor. Kasihan Papa tu masa sendirian disuruh ke atas

    Lah.. why dont you do it yourself? Yang ngomong aja dong yang bantuin.

    Enak aja.. kakak kan cewe.. Masa disuruh kerja berat, itu kan kerjaannya cowooo! Malu dong cowo nyantai-nyantai sementara cewe sibuk benerin atap bocor!

    Gw: swt
    *anyway.. gw emang ga pernah perbaiki atap bocor. Males, hehehe

  3. kalo saya memang bersyukur jadi seorang wanita…
    memang menyebalkan karena sering diunderestimate… tapi diunderestimate kan lebih enak daripada dioverestimate… biara aja mereka gondok sendiri!! hahaha…

    btw, gw ga suka nonton bola, f1, atau permainan sports yang lo ama mona sering talk about!! tapi gw suka ngeliat cewe2 di swimsuit competition layaknya seorang pria… nah lo??! hanya sekali lagi menggambarkan betapa shallownya pemikiran seorang pria yang tak berdaya melihat tubuh seorang wanita sexy (senjata wanita yang paling ampuh)! hahaha….

    dan gw paling kagum ngeliat cowo yg bisa masak dan ngurus rumah tangga!! 😀 hahahaaaa….

  4. di kampungku banyak juga sih wanita yang suka bola… kebiasan itu tumbuh sejak kecil, mulai dari bola beklos hingga bola kaki … waah seru deh kalau lagi ada pertandingan sepak bola wanita … pdahal bola wanita itu memang tidak ada. yang ada bola tanpa kelamin … heheh 🙂

    salam kenal..

  5. loh..kok bnyk yg ngamuk? lg pd PMS ya? 😀

    btw..emg sih gw udah mengira, pasti bnyk yg ga terima krn pada akhirnya isu gender ini emg (kadang) terasa dilebih2kan. tapi ini kan dari sudut pandang laki2 yang (katanya) tidak diskriminatif pada wanita. nyatanya, banyak wanita yang dengan mudahnya dilecehkan dengan kata2, “ah, lo kan cewek” karena dianggap tidak kompeten di bidang yang konon katanya didominasi laki2 itu. tapi tentu saja ini adalah generalisasi dan tak ada maksud menghujat semua laki2 di dunia.

    @bedh: saya ga bilang bhw laki2 yang menggeluti bidang2 itu jelek, krn nyatanya saya juga SANGAT kagum pada mereka yg punya bakat di bidang2 (yg saya sendiri ga mampu menguasai) itu. tapi lagi2 ini masalah generalisasi, ga bisa munafik bahwa ada anggapan “masyarakat umum” mengenai image laki2 yang menggeluti dunia feminin. entah dibesar2kan atau tidak, nyatanya memang ada. dan jika tulisan ini terkesan menyudutkan atau menghasut, sama sekali bukan itu tujuan saya, melainkan ini berdasarkan apa yang saya lihat & alami di dunia nyata..tapi semoga yang anda bilang benar, bahwa MAYORITAS laki2 di dunia berpikiran terbuka seperti anda, dan saya saja yang kurang beruntung beberapa kali menemukan laki2 yang seksis seperti itu 🙂

    @eindjivanhouten (namanya susah ya): ya..benar, saya juga masih belajar utk bisa seperti anda, krn entah knp saya lihat terkadang dunia ini agak sedikit menganakemaskan kaum Adam. but then again, i could be wrong

    @hariadhi: itu namanya kodrat bang! :p

    @caplang: tapi kalo ada apa anda akan memperlakukannya sama seperti anda memperlakukan laki2 yang suka bola?

    @regsa: tentu tidak.. buktinya ada montir2 cantik itu kan :p

    @moerz: iya sih kekar2 gitu ya..lah tapi diskriminasi tampang dong ini jadinya 😀

    @nane: thanks for the back up..gw merasa dikeroyok massa nih hari ini..

    sekali lagi u/ semua: damai.. saya juga cinta laki2 kok..tapi bukan yang suka merendahkan wanita! itu saja intinya 😀

  6. tapi kalo ada apa anda akan memperlakukannya sama seperti anda memperlakukan laki2 yang suka bola?

    kebetulan istri saya punya hobi yg sama 😀
    udah menjawab kan?

  7. saya punya bakat sedikit menjadi selebriti ternyata untuk mengataka no cmment di sini huhuhuhu
    saya tidak akan memberikan kepuasan kepada anda dengan mencoba membela diri sebagai laki2 dengan keegoan dan dan kefeminiman saya huhuhu saya juga tidak mau memberikan anda kepuasan menganggap saya tersinggung karna tidak membalas komeng ini huhuhuhu saya masih cukup dapat berfikir dengan jernih di tengah kegilaan saya untuk tidak ikut2an dalam kegilaan yang satu ini huhuhuhuhu

  8. RELAX, guys!!!!

    u guys, Men, kok sewot sih? ya udah kalo ngerasa issue gender kaya gini bukan salah kaum Adam, relax aja… ga usah banyak bela diri.. semakin banyak bela diri, u guys seem like u feel guilty.. so, RELAX, guys..

  9. jadi inget nenekku yang sekarang sudah 90 tahun tapi masih hobi nonton tinju, waktu aku masih SD selalu heboh kalo nonton Mike tyson berlaga…:)

  10. saya juga bersyukur dilahirkan sebagai laki2, karena bisa menyukai wanita tanpa dinilai sebagai “nggak normal”

    atau memang saya ini sebenernya adalah seorang lesbian yang terjebak dalam tubuh laki2? entahlah…

  11. tau ngak di philipina sana, lapangan sepakbolanya tuh dipenuhi sama cewek2 maen bola, sedang cowok2nya di lapangan basket…
    gimana mo maen bola, eh cewek smua yang ngisi, ntar mereka bilang apa… hehehe

  12. gabung iaw…..

    banyak kale sepak bola wanita sekarang ini…
    aq j ikutan club PSW g7….hehehe…
    asik kale…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s