Arti Sebuah Obsesi

Kata orang yang lebih penting adalah perjuangan demi tercapainya hasil, bukan semata-mata hasil itu sendiri.

Kata orang yang penting adalah apa yang ditempuh demi mencapai suatu tujuan, suatu obsesi yang ingin dipenuhi.

Tapi jika pada akhirnya kita tidak dapat menikmati hasil itu dan tersenyum puas karena telah mencapainya, masih adakah makna dari semua perjuangan yang telah dilewati?

Ketika yang tersisa tinggal perasaan letih, lelah, terkuras, dan pertanyaan “Oh, jadi hanya ini yang kukejar selama ini?”

“Well, why don’t you go to Mecca now?” asked the boy.
“Because it’s the thought of Mecca that keeps me alive. That’s what helps me face these days that are all the same, these mute crystals on the shelves, and lunch and dinner at the same horrible cafe. I’m afraid that if my dream is realized, I’ll have no reasons to go on living.”

The Alchemist

Terkadang, kita memerlukan obsesi hanya sebagai alasan untuk terus berjuang, bernafas, dan bangun kembali di setiap pagi.

12 thoughts on “Arti Sebuah Obsesi

  1. ga tau yah.. gw sendiri mungkin terlalu terobsesi sama perasaan orang lain. wandering about life. Punya kecenderungan untuk melamunkan hal-hal ga penting.

    Omong2 obrolan kemarin maaf yah? kayanya gw terlalu kasar.

  2. alchemist itu bukunya Paulo Coelho yah?
    saya cuma sekali baca buku orang ini denger2 di eropa dijadikan semacam suatu aliran baru dan banyak pengikutnya tapi kalo nggak salah sih huhuhuhu (sotoy nya kumat)

  3. suatu hari ada gotong royong di mesjid dekat rumah saya, biasanya saya terlalu malas untuk ikut yang begituan tapi setelah dipaksa oleh nyokap saya pergi juga.
    saya tidak begitu terlalu disukai di lingkungan remaja mesjid huhuhu mungkin karna saya kalo ngomong suka nyakitin hati huhuhuh tapi seperti biasa saya cuek aja.
    yang bisa saya lakukan cuma menyapu halaman dan itu saya lakukan dengan tidak cukup terampil jadi masih tersisa sampah beberapa.
    ternyata tak sampai semenit saya naro sapu yang saya pakai, halaman tersebut disapu lagi ma beberapa orang remaja mesjid itu.
    sempat wat kepikiran marah melihat muka mrk yang kusut sedang mengulangi mahakarya itu tapi kmudian saya lebih memilih untuk pulang dan makan nasi goreng yang udah dijanjiin ma nyokap 😀
    sampah yang saya supu sebelumnya toh sudah terbuang ke tong sampah, kenapa juga mesti mikirin orang lain yang sibuk membersihkan sampah mereka.

    hmmmm nyambung nggak sih?
    tapi seperti biasa ……cuek aja.

  4. sama seperti waktu ponakan saya dilarang maen lilin karna berbahaya, orang tuanya udah melarang dan malahan berteriak melarang tapi dia dengan manisnya masih tetap ceria memainkan lilin tersebut, waktu tangannya terbakar dan dia menangis semua orang memarahinya. saya cuma tersenyum karna saya yakin sekarang dia tau kalau api itu panas.

  5. obsesi.

    gw rasa obsesi itu kaya ngobat gitu deeh…
    bikin gila dan ga enak!!, tapi rasanya nggak bisa berhenti karena hasil yang kita inginkan belum dapat tercapai!!!
    meski pada titik akhirnya kita gagal, tapi rasanya kita nggak pernah pulang dengan tangan kosong…

    kayanya kita sama2 memiliki sebuah kecenderungan “obsessive compulsive disorder” dehh…
    inget kaan garis tangan kita?!! hahaha…

  6. @hariadhi: dimaafkan, karena Tuhan aja pemaaf :p

    @bedh: wah anda ini memang sangat kreatif..sampe2 saya jadi ga ngerti maksudnya apa ya? hehe =_=

    @regsa: iya sih emang bener, tapi kalo ga ada kenikmatan/kepuasan dari hasil yang diperoleh apa semua proses itu masih ada gunanya?

    @nane: siall jgn bawa2 garis tangan..gw jadi makin tersugesti nihh >_< (PS: email lagi dlm proses pengiriman sabar ya)

  7. setelah dapat menikmati hasil yang diperoleh apakah langkah akan terhenti sampai disitu saja dan apakah hanya puas nyampe disitu ? Dan tentunya setelah itu akan terlahir kembali tujuan selanjutnya begitu seterusnya dan seterusnya…berproses terus ..

    *hayooo ngalong lagi*

  8. tapi kan setiap proses menuju satu tujuan? nah kalo 1 tujuan itu pada akhirnya jadi terasa sia2 karena proses yang terlalu panjang & menguras tenaga gimana?

    *wah saya spesies kalong yg lebih ganas, beredarnya baru menjelang subuh :p*

  9. hemmm obsesi?? apa arti sebenarnya dari obsesi selain perjuanagn??
    kalau kita yang menjadi obsesi pasangan kita apa itu baik? apa buruk?
    apa yang di maksud aku adalah obsesi dia hanyalah beban dalam hidupnya?

    kasih solusi buat aku untuk pecahin masalah ini thnx all 🙂
    nice too meet u..
    Angel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s