(the best of) Filosofi Kopi, oleh Dewi Lestari

filosofikopi.jpg satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.”

Hari gini baru ngebahas Filosofi Kopi?? Tenang.. posting kali ini bukan untuk keperluan promosi atau sok2 jadi book reviewer, tapi murni hanya ingin berbagi tulisan2 indah Dee yang telah meninggalkan jejak abadi di dalam hati..

_______________________________________________________________

seindah apapun huruf terukir,
dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
bukankah kita bisa bergerak jika ada jarak?
dan saling menyayang bila ada ruang?

Spasi

**

Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi:
Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.”

Pepatah bukan sekedar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepian. Dibutuhkan orang yang jatuh dan harus lagi tertimpa tangga. Dibutuhkan sebelanga susu hanya untuk dirusak setitik nila.

Mencari Herman

**

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi.
Embun yang dingin tak akan kalahkan dirimu,
angin malam akan menggigil melewatimu,
oase akan jengah, dan kaktus terperangah.
Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka,
kau berani putih meski sendiri,
karena kau…berbeda.

Salju Gurun

***

18 thoughts on “(the best of) Filosofi Kopi, oleh Dewi Lestari

  1. huhuhu saya pernah tergila-gila dengan wanita satu ini waktu pertama kali supernova keluar.
    saya bahkan nggak nahan untuk menegur dengan alasasn minta tanda tangan cuma sekedar pengen liat gimana bentuk orang ini dari dekat huhuhuu

    tanda tangannya di tulis di bon makanan hotplate yang saya pesan huhuhuhu sampe sekarang kalau tidak salah saya selipkan di buku supernova edisi pertama. (saya punya tiga versi cetakan, buku yang pertama ini huhuhuhuhuhu)

  2. @regsa: sama,..saya juga menggelapar2 ketika membacanya

    @nane: i know rightt?

    @nandul: iya gampil, ingetin gw dong tapi >_<

    @edwardsahalatua: salam kenal juga,..mana ya linknya?

    @bedh: hah punya 3 cetakan? duh drpd mubazir bagi2 gw dong atu hoho

    @brainstorm: tepat sekali, unlike filosofi kuaci..(ups, narsisnya kumat)

    @caplang: sangat tidak nyambung mas, tapi bagaimanapun komentar anda sangat saya hargai ^o^

  3. Gw ga suka Dee, ga suka Supernovanya yang kaya sinetron Tersanjung 1 sampai 11, bah. Tapi filosofi kopi ini ok, walaupun udah ga begitu ingat lagi isinya, ghehehehe. Namanya juga dipinjemin orang. Cuma baca satu kali.

    tapi puas!

  4. @morissupersaiya: hoo..mungkin bahasanya kurang kompatibel ya sama otak anda? kalo saya malah ga suka tuh yang njelimet & terlalu susah.. tapi ndak papa, beda itu kan biasa haha (sok bijaknya kumat)

    @hariadhi: gw juga blm baca Supernova, otak gw ga nyampe! ga inget lagi isinya? nah ini di refresh lagi makanya

    @syafriadi: oh..emg itu ya makna yg anda dpt? kok gw malah ga sadar ya ada unsur semacam itu di dlmnya? o_O

  5. cerdas.
    gw suka gaya tulisannnya. dari supernova (gw suka diva dlm supernova 1)
    filosofi kopi……..!
    senikmat minum kopi di sore hari menjelang gelap dengan sebantang rokok dan teman ngobrol yang sejalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s