menjadi wanita, KUTUKAN ATAU BERKAH?

Premenstrual syndrome alias PMS, salah satu kutukan yang harus dialami oleh wanita. Setiap bulannya, wanita harus melalui suatu siklus yang membuatnya menderita, depresi, merasa gendut, merasa hidupnya hancur karena hal paling sepele, merasa tersinggung karena mendadak semua orang kejam dan bersikap kasar kepadanya, merasa dunia ini tidak ada lagi keindahannya, merasa sedih dan menangis tanpa sebab, mengalami pembengkakan dan nyeri pada bagian tubuh tertentu yang sama sekali tidak lucu, dan berbagai penderitaan lainnya.

Ah, elo tersugesti aja kali! Tiap mo dapet jadi ngerasa gitu, padahal biasa aja tau!” ujar teman saya yang kadar serotonin otaknya berlebih sampai-sampai mood dan siklus tidurnya tidak pernah terganggu oleh perubahan hormonalnya.

Hanya sugesti saja? Masa sih? Nyatanya, jauh sebelum tahu apa-apa tentang sistem hormon manusia juga saya telah merasakan penderitaan bulanan ini. Jadi mana mungkin ini sugesti? Lagipula bukan cuma saya saja kok yang merasakannya, hampir semua teman wanita saya mengaku, menjelang menstruasi mereka jadi sensitif dan mudah meledak-ledak. Hm, pantas saja pemimpin wanita kerap diragukan kredibilitasnya. Wong tiap bulan punya kecenderungan untuk ngamuk-ngamuk dan ingin membunuh orang tanpa alasan!

Kalau ditinjau dari sudut pandang seorang biolog (biolog sinting lebih tepatnya), secara alami primata tingkat tinggi seperti manusia akan melalui fase luteal, yaitu fase dimana Corpus Luteum mensekresikan hormon progesteron secara gila-gilaan. Fungsinya apa? Untuk menjaga ketebalan dinding rahim kita. Untuk mempersiapkan sang betina menjalani kehamilannya. Hormon “sialan” inilah yang membuat para betina jadi lebih sensitif, peka, sering merasa lapar, dan lain sebagainya. Semua itu berguna karena pada masa kehamilan sang betina bertugas menjaga dan melindungi anak (dan dirinya sendiri), agar tidak terganggu oleh predator atau buaya-buaya di luar sana (yang ini rada improvisasi dikit..). Nah, mungkin manfaatnya terasa buat yang mau hamil, tapi nyatanya hamil tidak hamil, setiap bulan kita kehilangan sebuah sel telur (sampai saat-saat menopause nan mengerikan tiba), dibuahi atau tidak, kita tetap harus menjalani siklus itu. Disinilah masa-masa penuh derita itu berlangsung.

Maka timbullah pertanyaan2 kafir di benak saya. Jadi wanita diberi beban hidup harus menderita setiap bulannya, hanya untuk bersiap-siap kalau ada lelaki yang membuahinya, harus membuang-buang sel telurnya yang berharga, dan kelak setelah memiliki anak organ reproduksinya akan berubah selamanya, belum lagi harus menghadapi masa-masa berat saat sel telurnya habis dan estrogen yang membuatnya (merasa) cantik tidak lagi diproduksi, dan tetap saja dinobatkan sebagai penghuni terbanyak neraka?

Sedangkan laki-laki, yang diberi anugerah siklus harian yang tidak mengganggu kehidupannya, tidak punya tanda telah kehilangan “mahkota”nya yang paling berharga, dan berhak memproduksi sperma seumur hidupnya, malah dijanjikan bidadari-bidadari yang selalu perawan di surga??? (lah kita dapet apaan yak?!)

Diskriminasi gender. Apakah telah ditetapkan oleh alam dan agama, bahwa pada akhirnya wanita yang harus selalu menderita?

Demi mencegah berkembangnya pikiran-pikiran sesat ini ke arah yang lebih sesat lagi, akhirnya saya ungkapkan pertanyaan itu dalam suatu forum diskusi yang hangat di siang yang terik, lalu teman saya yang suka sok bijak (dan sialnya kesokbijakannya itu seringkali benar) berkata:

Kalo menurut gue sih, emang pada dasarnya cewek itu lebih tinggi derajatnya dari cowok. Dengan derajatnya yang lebih tinggi itu, otomatis lebih besar tanggung jawabnya buat ngejaga dirinya. Dan dengan dosa yang sama, cewek akan lebih jatoh harganya dibanding cowok..

Pada saat itu saya tidak bisa terima. Jadi karena kita lebih “tinggi”, jadi harus terima semua cobaan dan penderitaan hidup yang lebih berat, gitu? Karena kita lebih “tinggi” kita harus sabar dan terima kalau suami kita nanti selingkuh atau minta cerai atau poligami demi memuaskan nafsunya yang makin tua makin menjadi, gitu?

Dia malah menjawab, “ya IYA.”

Jadi benarkah itu jawabannya? Wanita ditakdirkan untuk menerima segala cobaan berat, sebagai media baginya untuk menaikkan harkat dan martabatnya? Karena itulah tugas kita sebagai wanita, menanggung beban sebagai makhluk yang mulia, yang harus senantiasa menjaga dirinya? dan kelak akan mendapat balasan yang jauh lebih besar dari yang Maha Kuasa?

duh, kalau begini berat bebannya, rasanya jadi makhluk kelas rendahan jauh lebih mudah dan menyenangkan ya!

10 thoughts on “menjadi wanita, KUTUKAN ATAU BERKAH?

  1. sebagai seorang wanita, gw cukup bersyukur terkurung di tubuh ini… meski iya siih… rasanya sebagai cewe lebih banyak tuntutannya dalam hidup… harus gini lah harus gitu lah, kalo enggak dianggep abnormal…

    tapi, itu juga ngebuat gw sekali lagi menyadari betapa tingginya nilai kita… bayangin aja deeh… surga itu ada di telapak kaki ibu!! seorang wanita kaaan…??!! ;D

    plus asyiknya jadi cewe kita bisa nangis tanpa dianggep cemen… kita bisa shopping seharian tanpa rasa bosan… kita punya lebih banyak fashion sense deh pokokenya!!
    liat aja banyak fashion designer yang kepingin jadi cewe kaan?? hahaha….
    apaan niih… gw udh mulai ga nyambuung… +_+

  2. satu hal lagi…
    wanita bisa melahirkan!! pria seumur hidup nggak akan pernah tau betapa hebatnya perjuangan seorang wanita!!
    biarkan saja mereka berbicara… at least we know we’re great!! đŸ˜€

  3. hehe. Great topic

    Iya lah.. pacar gw kalau udah masuk tahap begini bawaannya ngamuk-ngamuk mulu. Entah berapa kali kita putus. Kadang bingung juga hadapinnya. Diladenin salah, ga diladeni lebih salah.

    Omong-omong di Tibet perasaan masih ada aturan poliandri tuh. Mau ke sana, ga? hehehehe.

  4. @nane: duh kayaknya lo lagi waras dan mensyukuri hidup ya? ya bagus deh.. yang jelas tulisan ini dibuat saat gw lagi menderita ga bisa fokus persiapan buat seminar…segala cara udah gw tempuh, berbagai ekstrak tanaman obat telah gw konsumsi, tetep ga dapet2 juga..ehh tadi begitu selesai presentasi..langsung BROJOLLL (see, it’s so easy to analyze my hormonal status! pasti kortisol-lah penyebab gw ga dpt2 kmaren ini =_=)

    @hariadhi: iya ya? boleh juga tuh idenya..ntar kalo gw udah putus asa ma laki disini ngungsi ah ke tibet

  5. Kenapa juga musti di pertanyakan…
    menurut iklan di teve : … kenapa menjadi wanita ….takdir pa’…
    saya sih cuma ingetin tho’ “Lakod Kholaknal Insaana fi Ahsani Taqwim” At Tiin : 4 … Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Dalam bentuk Yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai Dengan keadaannya).

  6. 1st of all, gw lebih suka kata : PEREMPUAN daripada wanita.

    ada 1 hal yg perempuan bisa, dan laki laki ngga bisa. hamil dan melahirkan. kalo ngga ada perempuan, dunia sepi. ya iyalah wong ngga ada yg melahirkan.

    misalnya.. ada yg bilang : perempuan itu ngga akan ada kalo ngga diciptakan dari tulang rusuk lelaki. ok. lelaki pertama di dunia ini adalah Adam. ya kan? lalu Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuknya si Adam. jadi kalo ada orang bilang Hawa itu ada karena Adam, goblok. Hawa itu ada karena diciptain sama Allah. mau dari tulang rusuk Adam kek, mau dari ranting pohon kek, suka2 yg bikin lah. cuma kebetulan aja yg akhirnya dipake itu tulang rusuknya Adam.

    misalnya.. ada yg bilang : perempuan ngga akan bisa hamil kalo ngga dibuahi sama lelaki. bales aja gini : “ya lu kalo ngga ada gw, ngga bisa punya keturunan. emangnya mau garis keturunan lo berakhir di nama lo? ksiann deh.”

    1 lagi. surga di telapak kaki ibu. IBU. alias yg melahirkan eluh. dari dulu yg namanya ibu itu selalu perempuan. blm pernah gw ketemu ibu laki laki.

    jadi ini bukan masalah siapa ada karena siapa, atau siapa butuh siapa. IMO, there should be no such thing as gender discrimination. setuju sama yg diatas, manusia itu diciptakan Allah dalam bentuk yg sempurna, baik perempuan maupun laki laki. jadi kalo kita ngomong yg jelek2 tentang manusia, berarti sama aja ngomong yg jelek2 tentang ciptaan Allah dong? ntar Allah marah, disentil lhooo.. hehehe..

    maap kalo komennya rada bias. soalnya gw pengagum perempuan dengan segala kelebihannya, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s