Looks are (not) everything

Lets face it. Kita hidup di dunia yang memuja keindahan fisik. Setiap hari kita dapat mengamati kenyataan itu. Bahkan telah dibuat program “pembuktian” hal tersebut di televisi, dimana seorang wanita yang didandani sehingga tampak obesitas, tidak menarik, dan tidak mengenakan make-up berpura-pura menanyakan jalan pada orang asing yang melewatinya. Dengan penampilan seperti itu, kebanyakan orang memilih untuk tidak mengacuhkan pertanyaannya dan bersikap merendahkan wanita itu. Tapi apa yang terjadi ketika wanita (yang sebenarnya memang cantik) itu didandani layaknya wanita yang menarik dan berpenampilan layak? Semua orang bersedia memberikan jawaban untuk membantunya. Bahkan ada yang sampai meminta nomor teleponnya.

Itu juga dapat diamati dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari-hari terburuk anda, di saat anda belum keramas, gosok gigi, mandi, memakai baju kusut, dan barangkali menebarkan bau, apakah mungkin orang akan menghargai anda layaknya manusia yang berharga?
Sebagai wanita, saya juga sering merasakan adanya perbedaan perlakuan dari orang-orang (yang tidak saya kenal) pada hari-hari “baik” saya dan hari-hari “busuk” atau “biasa banget” saya.

Baru-baru ini orangtua saya dengan sadisnya membuang diam-diam salah satu kucing saya. Kucing itu sedang dalam keadaan hamil (alias bunting -red), namun mereka tidak mempedulikannya. Alasannya apa?

“Si Unang itu bentuknya kucing kampung banget!”

Karena fisiknya yang tidak menarik, biasa saja, hanya seekor kucing kampung yang kalah menarik dari kucing lainnya (yang agak anggora), dia dibuang begitu saja. Padahal kucing saya itu merupakan salah satu yang paling baik, penurut, dan manja, ia tidak pernah menyusahkan atau mengganggu kami, tapi pedulikah orang pada “kepribadian” dan “isi hatinya”? TIDAK. Dia dibuang dengan mudahnya hanya karena “BURUK RUPA”.

Hal ini agak membuat ngeri saya. Jika hewan saja dapat dinilai dari fisik dengan begitu mudahnya, apalagi dengan manusia? Apakah mungkin kebaikan dan ketulusan hati seseorang dapat dengan mudahnya diabaikan hanya karena fisik atau penampilannya kurang menarik?

Pantas saja semua orang berlomba-lomba mempermak wajah dan rupanya, pantas saja dokter kulit, dokter gigi, dan semua ahli bedah plastik dan salon kecantikan laku keras di dunia. Karena semua ingin dipandang dan dihargai, dan orang-orang yang tidak memiliki kecantikan hati, setidaknya akan sedikit merasa lebih berharga dengan penampilan “sempurna”nya. Karena dunia yang kejam ini telah mengajarkan pada kita, bahwa penampilan adalah segalanya.

[Selamat tinggal, Unang.. semoga kamu bisa bertahan di luar sana 😥 ]

4 thoughts on “Looks are (not) everything

  1. buahahha… ini nyambung sama post gw soal bau badan?

    😀

    Oh iya tentu.. Yang ini rada bikin sakit hati. Gw juga sering direndahin orang lain gara-gara ga punya tampang cakep. Dianggap ga jujurlah, pendendam, rese. Padahal ya kalau yang ngelakuin itu rada gantengan dikit pasti cewe-cewe ter-“kyaaa”-“kyaaa”.

    Hmmm.. ini bisa jadi inspirasi ngeblog: “Diskriminasi Rupa”. Hehehehehe.

    Oh ya soal tulisan Indonesia gw sedang cari-cari di perpus. Gw kabari lagi kalau dah ketemu.

  2. loh mas.. emangnya ngapain ya sampe2 dianggep ga jujur & pendendam? ada hubungannyakah dengan tampang?! hihihi… yah… people WILL judge a book by its cover anyway.. udah hukum rimba kali ya?
    btw tengkyuu..sangat ditunggu masukan dan infonya..lagi mumet nih, kurang inspirasi.. jd blm sempet mikir apa2 buat nambah deh..oia, lo udah gw masukin di list “author” blog itu..tapi apa ya kira2 maksudnya? coba dites deh bisa nulis ga disana

  3. hahaha… kucing kampung lo satu lagi ilaang???!!

    kalo buat gw… looks are important!!!
    but we can only get by on looks for like about….erm… 10 seconds… ;p

    btw, cuit2… seminar lo besok yaaa…??!! lo pasti bercumbu rayu ama mona semaleman lagi deeh…. sukses ya besok book…. gw akan datang menyaksikan penampilan lo!! 😀

  4. author ya bisa nulis, bisa ngedit tampilan, bisa nambahin penulis. Tapi kayanya namanya kurang menjual, deh. Kenapa ga ganti yang pendekan dikit?

    Kalau mau cepet terkenal bikin topik yang ngelink ke blog wordpress lain. Yang punya pasti ngunjungin balik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s