Skripsi terkutuk..Terkutuklah skripsi

Rasa penat luar biasa tengah menghadang.
Sungguh, saya hanya butuh inspirasi.
Inspirasi.
Hanya inspirasi.
Ya Tuhan,
Beri saya inspirasi.

Mendadak kehidupan jadi stagnan dan tak menarik lagi.
Deadline menjelang, suntuk justru menghadang.
Heran.
Padahal cuma skripsi.
CUMA skripsi.
Cuma seonggok kertas yang dijilid menjadi buku lalu diberi judul dengan nama kita di depannya dan logo institusi tempat kita menghabiskan 4-5 tahun hidup kita.
Sekali lagi, CUMA SKRIPSI.

Di saat-saat penat seperti ini, bahkan ajakan pergi jadi terasa mengganggu.
“GAK TAU APA GUE LAGI SKRIPSI?!”
Lalu teman saya yang sudah lulus lebih dahulu akan menanggapi dengan santai,
“Yaelah, ngapain buru-buru, ntar paling elo jadi kayak gue!” *knocks on wood*
Harap dicatat, oknum tersebut pun lulusan Universitas Ini, yang katanya mau lulusan jurusan ato fakultas apa juga gampang cari kerja.
Gampang cari kerja?
Tapi dapetnya?

Jadi bertanya-tanya sendiri,
Saking tiadanya inspirasi,
Benarkah mahasiswa carut-marut mengejar lulus, hanya untuk mencapai profesi sebagai pengangguran?
Apalagi yang bidangnya terlalu “eksklusif” seperti saya ini.
Saking eksklusifnya tak ada yang berani mencantumkan di lowongan pekerjaan di koran:
“DICARI CEPAT! FRESH GRADUATE FAKULTAS/JURUSAN ******. GAJI TINGGI!!”
Huh, susah jadi orang eksklusif dengan bidang pendidikan terlalu eksklusif.
Kalau jadi “itu” sih enak, ga perlu nyari pekerjaan, malah dicari-cari orang.
Tapi dari jurusan ini??
Dari Universitas Ini sih Universitas Ini, tapi mau jadi apaan??
Hah, capek deh dengernyaaa!!!
Stereotipikal yang memuakkan!
Sayangnya sulit menyangkalnya juga.
Sialan kalian,
SIALAN.
Dengan huruf kapital.

Tadi saya baca, ada orang gila menulis di skripsinya,
Mungkin seharusnya dia masuk sastra,
karena puisinya sungguh inspiratif dan mengena,
katanya:

SKRIPSI HANYA SETUMPUK KERTAS,
DIBUAT DEMI MENCAPAI KEMERDEKAAN,
MELEPASKAN DIRI DARI STAGNANSI,
SKRIPSI HANYA TUMPUKAN KERTAS,
HANYA TUMPUKAN KERTAS.

Kurang lebih begitu, saya lupa persisnya.
Tapi jelas menggambarkan kepenatan yang ia rasa.
Tekanan untuk segera lulus,
Cepat selesaikan skripsimu wahai mahasiswa!

Jadi, kenapa tumpukan kertas itu kini merenggut kewarasan saya?
Karena saya tidak sabar menunggu dunia nyata?
Atau hanya untuk lari dari kehidupan yang saya punya?
Karena yang tidak saya punya itu lebih menarik.
Dan hidup dikejar-kejar deadline skripsi ini tidaklah menarik.

Yah, mungkin nanti saya akan merindukan hari-hari penuh kegilaan ini.
Kelak, beberapa bulan lagi, beberapa tahun lagi,
Saat saya tidak memilikinya lagi.
(how i can’t wait!!)

11 thoughts on “Skripsi terkutuk..Terkutuklah skripsi

  1. Selamat ngejar skripsi. Ga didoain cepat selesai deh, tapi semoga isinya berkualitas, seperti orang yang nulis.

    Iya sih.. cuma sedikit mikir. Apa ratusan lembar kertas itu dianggap lebih penting daripada isi otak kita ya?

  2. hohoho…. book, semangat yaa… demi lulus semester ini lo harus mati2an sekarang trus abis itu kita gila2an di lombok deeh!!! inget lombok!! inget lombooook!!! >___<

  3. Yap. Itulah satu2nya alasan untuk gw bgn di pagi hari dan menghadapi hidup ini lagi dan lagi (halah,lebay!)

    Lombok..Lombok..Lombok..Lombok.. (lg menjampi2 diri sendiri)

  4. huahaha … gw masih ngikik nih ma komen aki lo bo … “lombok itu apa ya? …” huahahaha … ooops! … sori ki …^o^

    Skripsi tuh emang berat n lumayan nyiksa … tapi ga tau knapa … hanya disaat skripsi n penelitian ini lah … gw benar-benar merasakan diri gw layaknya seorang mahasiswa …hehe.
    Smangat ya bo …

  5. TERKUTUKLAH SKRIPSI…MEMBUSUKLAH DINERAKA

    huhuhu becanda ding
    hayooo yang semangat ngerjain skripsinya jangan sampe malas udah sampai keujung kepala, karna lombok dan belahan dunia manapun tak akan bergantung pada skripsi.

  6. gilaaaaa…. gw jg ngerasaaain yang namanya stersss nyusun skripsi….
    padahal cuma seonggok kertas yang didalemnya hanya berupa tulisan-tulisn, kenapa susah bgt ya…?
    pasti lo skarang uwda lulus y..?
    gw nentuin judulnya aja ampe stres gini…
    huaaaaaa pusingggg…
    mohon bantuannya dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s