Kala

Kala durjana menimpa
Kala badai melanda
Kala impian telah sirna
Kala hati tiada bahagia

Kemana harus ku berlabuh
Bila hidup tak lagi indah
Saat mimpi kian menjauh
Dan yang tersisa hanyalah gundah

Kala wajah tak lagi tertawa
Kala siang tak kunjung menjelma
Kala hidup hanya nestapa
Kala tangis tiada berguna

Harus ku bertahan hadapi semua
Namun itu tidaklah mudah
Harus ku tegar menerimanya
Namun sulit untuk berpasrah

Kala kelabu menghantui
Kala hari tak lagi berpelangi
Kala air mata jatuh tak bertepi
Kala hidup hanya untuk mati

Jakarta, August 2004

thank God i survived :]

6 thoughts on “Kala

  1. kala ini menggambarkan juga perasaan seorang lelaki pecinta awan.

    Kala durjana menimpa
    Kala badai melanda
    Kala impian telah sirna
    Kala hati tiada bahagia

    itu saja telah menerangkan segalanya.
    hanya yang ada gundah, kebahagian telah lama musnah. Keceriaan tidak lagi di imbangi dengan suntikan derita. Yang ada sendiri, hanya mampu berdiri dengan semangat diri. kekecewaan memusnahkan kebahgiaan. segalanya telah musnah. (kala impian telah sirna!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s