January 5, 2008...4:27 pm
Quantum Ikhlas: Gabungan IQ, EQ, dan SQ yang Fenomenal
Judul Buku: Quantum Ikhlas
Penulis: Erbe Sentanu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Harga: (sekitar) Rp. 70.000
Pikiran dan perasaan, mana yang posisinya lebih tinggi?
Selama ini saya menganggap bahwa segala sesuatu pasti didasari oleh alasan2 ilmiah, oleh karena itu saya selalu beranggapan bahwa pikiran mengendalikan segalanya. Jika kita memikirkan hal2 sedih dan depresif, maka perasaan semacam itu yang akan muncul, dan begitu juga sebaliknya.
Bahkan saat jatuh cinta pun, sesungguhnya getaran2 dalam dada itu muncul sebagai akibat kerja senyawa2 kimia di otak kita. Jadi, selama ini menurut saya cinta itu muncul dari mata, NAIK KE OTAK DULU, baru turun ke hati. Humans are all about the brains and the chemicals in it. PERIOD.
Membaca (atau tepatnya meresapi) buku ini cukup membuka mata, pikiran, sekaligus hati saya. Ternyata pikiran TIDAK memiliki posisi tertinggi dalam manusia. Nyatanya berapa kali kita membaca buku pengembangan pribadi dan lalu merasa sesak napas karena merasa sudah tahu (terlalu) banyak teori, tapi tetap sulit mempraktekannya.
Konsep dasar dari buku ini adalah aplikasi ilmu neurobiologi dan fisika kuantum, yang ternyata merupakan dasar dari interaksi manusia setiap harinya. Mungkin karena (akhirnya) bidang saya dianggap penting, begitu mudah bagi saya untuk “relate to” dan memahami konsep buku ini:
Otak kita yang senantiasa disibuki dan direcoki oleh pemikiran2 rumit yang membuat diri merasa gila dilatih untuk menjadi lebih tenang (dengan CD yang serupa CD untuk Yoga, berisi suara2 alam yang menenangkan–tenang, ini bukan program cuci otak kok).
Gelombang otak kita pun berubah dari gelombang Beta menjadi Alpha-Theta yang jauh lebih relaks dan tenang. [Sekarang saya mengerti mengapa ada orang yang begitu bahagia jika hujan turun, atau mengapa manusia tidur semakin nyenyak di kala hujan. Mungkin itu merupakan saat2 (langka) dimana pikiran2 kalut akhirnya digantikan oleh ketenangan luar biasa.]
Hormon & neurotransmiter penenang pun akan dihasilkan sehingga mau tak mau lebih mudah bagi kita untuk merasa ikhlas dan memandang masalah dari sudut pandang yang tidak terlalu sempit dan menyesakkan jiwa.
Saya tidak menjamin buku ini PASTI bermanfaat untuk semua orang. Tapi yang jelas, jika anda termasuk orang yang sudah banyak membaca buku self help untuk IQ, EQ, & SQ tapi tetap merasa putus asa, atau jika anda begitu penasaran akan penjelasan ilmiah di balik nasib manusia, buku inilah jawabannya :D.
“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At Tiin: 4)



18 Comments
January 5, 2008 at 4:37 pm
hohohoho akhirnya nemu juga lu buku kaya begini yah… Selamat datang di dunia ketenangan.
Awas nanti lama-lama jadi Adnan Khrisna, kebanyakan meditasi.
January 5, 2008 at 4:39 pm
loh lu udah baca? kok ga bilang2? cihh
January 5, 2008 at 4:47 pm
bukan yang ini, tapi mirip-miriplah. Yang ESQ sama Recode Your Change DNA. Hampir semua buku pencerahan punya teori sama, tapi istilah IQ, EQ, dan SQ itu baru belakangan dipake.
January 5, 2008 at 4:48 pm
oh..been there done it
coba dulu yang ini, baru lo tau bedanya!
January 5, 2008 at 4:59 pm
minta modal dulu. Duit gw habis gara2 diskon gramedia sialan kemarin. hehehehe
January 5, 2008 at 8:36 pm
hell yeah…
satu lagi post yang bikin saya mengkerutkan kening. bahasa tekhnik yang terlalu berat buat saya pahami.
tapi saya jatuh cinta dengan nick yang baru itu, jatuh cinta karna pandangan mata yang lalu diantarkan ke otak. (turunin ke hati nggak yah? huhuhuhuhu)
postingan ini cukup membuka mata, pikiran, dan juga hati saya mungkin terhadapa seorang v!n+, sebenernya saya gak begitu suka baca buku2 begini. tapi dengan postingan ini saya jadi tau kalu ternyata ketengan dan keikhlasan akan dapat mengendalikan perasaan dan pikiran. dahsyat nya lagi postingan ini ditutup dengan kutipan ayat alqur’an huhuhuhu kewl,
musik memang memberikan pengaruh yang kuat terhadap perasaan dan nalar pendengarnya. saya harus lebih berhati-hati memilih musik untuk memanjakan pendengaran dan juga perasaan saya.
thx.
January 5, 2008 at 11:08 pm
gimana cara mendapatkan ketenangan yang ikhlas..?
*kecilin volume DJ tiesto*
January 6, 2008 at 12:04 am
@bedh: wah, jangan jatuh cinta ma saya, bisa gawat ntar
@regsa: haha..dugem bisa juga memberi ketenangan loh, jangan salah
January 6, 2008 at 9:16 am
huhuhuhu

tenang buk…..tenang.
becanda doang kok.
January 6, 2008 at 6:35 pm
hohoho..iya, saya juga bcanda kok bung
January 7, 2008 at 1:52 pm
lagi nunggu panggilan dari Togamas.. soale harga bukuna lebih murah 10 ribu.. lumayan buat isi bensin motor saya 3 hari
January 10, 2008 at 10:29 am
wah sayang, pas kemaren ke toko buku, buku ini cuman kulirik doang. entar deh di beli dan di baca.
January 10, 2008 at 3:33 pm
saya terkadang bingung bagaimana caranya mendapatkan ketenangan hati…
saya mencoba banyak cara..
tapi buku ini dahsyat menjawab pertanyaan saya semuanya…
saya pernah mencobanya…
saat itu hal yang besar ingin saya dapatkan ,,
saya terpikir untuk bertemu dengan seseorang hari itu,,,
yang seharusnya dia berada jauh di luar kota…
saya terus memikirkan itu dimanapun…
hal yang tidak di duga..
orang tersebut tiba2 berada di depan rumah saya dengan senyum lebarnya.
just say…
kalo aku terpikir olehmu maka aku kemari…
hal yang dahsyat….
January 14, 2008 at 10:04 pm
@reina: wah.. trimakasih untuk sharing-nya.. saya jadi semakin yakin akan mendapatkan apa yang sedang saya impi2kan
amin ya Allah!
January 14, 2008 at 10:05 pm
@nana: lumayan tuh, berhubung harganya cukup mahal untuk kantong mahasiswa =_= gimana2, udah dapet belom?
January 15, 2008 at 6:44 pm
Bagus yah buku ini? Cinta memang kimiawi kadang otak tidak sejalan dengan hati kita. Tentunya dalam buku ini kita akan belajar lebih baik mengenai keikhlasan. Jadi apapun yang kita dapatkan patut disyukuri, maka semua yang kita dapatkan akan terasa nikmatnya…..
March 11, 2008 at 1:08 pm
April 17, 2008 at 4:06 am
[...] with discussions of one my most recent obsessions, the Law of Attraction (also what the book Quantum Ikhlas is all [...]
Leave a Reply