Pertama2, izinkan saya mengklarifikasi bahwa saya bangga menjadi seorang “Puteri Indonesia” yang bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa persatuan satu: INDONESIA.
Ketika pertama kali mendengar isu mengenai program “Visit Indonesia 2008” beberapa bulan silam, saya langsung melompat bahagia. Dalam hati saya pun memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa, akhirnya negeri saya tercinta tampil di kancah internasional dan unjuk gigi juga..
Reality check:
1. Tujuan wisata yang paling berkembang di Indonesia sejauh ini hanya Bali. Bahkan keluarga Beckham pun berkunjung ke sana (dan masuk ke program berita paling penting sedunia: E!News :D). Selain itu? kebanyakan penduduk dunia akan bertanya2: “INDONESIA? Where is that?” Ouch.
2. Kita belum mampu menyediakan sarana yang layak untuk menyambut wisatawan mancanegara. Busway yang digembar-gemborkan oleh sang Gubernur itu belum dapat disejajarkan dengan sarana transportasi umum di negara2 lain (baca: NEGARA TETANGGA). [Bahkan saya sebagai penduduk Jakarta sudah trauma berat karena suatu malam pernah didepak oleh seekor bus transJakarta jurusan Harmoni sehingga kami para penumpang dipaksa untuk berhimpitan dan berusaha tidak saling membunuh di halte busway sempit yang terbuat dari aluminium foil itu.]
3. Jalanan dimana2 rusak & hancur lebur.. benar2 memalukan!
4. Sampah dimana2 menumpuk, mau cari tempat sampah susahnya setengah mati. Sampai2 demi menjaga kebersihan, tas saya senantiasa terpaksa dijadikan TPS sementara..
5. Pengangguran, preman, anak jalanan, pengemis, pengamen berkeliaran dimana2… inikah yang ingin kita pertontonkan ke mata dunia??
Sekali lagi saya pertegas bahwa saya CINTA INDONESIA. Tapi jika begini rupa negara kita, rasanya masih banyak sekali perbaikan yang harus kita buat sebelum mengundang tamu2 ke rumah kita. Dan juga tak pantas rasanya kita mengobar2kan api peperangan dengan negara2 tetangga yang jelas2 jauh lebih maju daripada diri kita (tentunya kebobrokan & kemunafikan di negara mereka sama sekali bukan urusan kita).
Dan jika kelak saya mendengar slogan “Visit Indonesia 2008″ dikumandangkan, rasanya saya akan memilih untuk mengkeret dan bertanya, “Indonesia? Where is that?”


15 Comments
December 31, 2007 at 10:05 am
wakakaak… masih trauma gara2 busway yah lo…
huhu… gimana yah… gw juga sedikit sedih tapi seneng… duuh…, yakin niih visit indonesia 2008 dgn kondisi negara kita yang kaya ginii??!! rasanya pasti maluuu berat deh…
but i’m curious to know what the government will do though after this embarrasing year… atau emang kita nggak punya maluu???
huhu… dan satu hal lagi… gw seharusnya mendukung kampung halaman gw yang dijadikan salah satu tempat wisata “visit musi 2008″.. tapi.. uh… sungai musi kan coklaaaat jijik gitu… huhu… malu2in deeh… >_< apa yg mau diliat siih.. cuma jembatan ampera yang sudah nggak berfungsi lagiii… gyaaa….
December 31, 2007 at 12:59 pm
biasanya program2 begini bakal di isi dengan banyak acara2 tradisional gitu kan? wah pasti seru. pengen ih….
dari dulu pengen banget liat acara lompat batu di toraja. ngak ngerti tapi kapan waktunya acara itu dilaksanain, eh kalo bisa sekalian kasi info tentang program2 nya juga dunk…..
December 31, 2007 at 2:41 pm
Sampai sekarang program-program kaya gitu masih kambuhan. Belum jelas tujuan jangka panjangnya ke mana. Soal masalah Indonesia, yah.. balik ke kesadaran masyarakat masing-masing (mungkin harusnya bisa jadi isu Visit Indonesia Year berikutnya).
Jalan rusak.. hmm pertanyakan kontraktornya kenapa banyak dimarkup. Terus pertanyakan juga pengusaha transportasi yang bandel manjatin badan jalan pakai kendaraan dengan berat melebihi daya dukung jalan.
Tempat sampah.. setahu gw kemarin-kemarin banyak tempat sampah yang sampai warnanya dibedain segala. Tapi ga sampai 2 bulan udah banyak yang rusak dan hilang. (Here goes Indonesian, shigh…)
January 1, 2008 at 11:16 pm
Sebenarnya masih banyak lagi obyek wisata yang potensial selain bali, tapi kurang promosi yang mumpuni dan dikembangkan dengan maksimal .
January 2, 2008 at 11:14 am
Salam tahun baru Vint.
“Pengangguran, preman, anak jalanan, pengemis, pengamen berkeliaran dimana2… inikah yang ingin kita pertontonkan ke mata dunia??”
Semaju mana Dunia.. Pasti ada ini jika ada korupsi.
January 2, 2008 at 11:52 pm
Bali bisa seperti sekarang, karena ada campur tangan dari bule-bule Australia. Jelas karena pemerintah kita tidak mempunyai kemampuan dan modal untuk mengindahkan teritorinya sendiri. Kedua, karena penduduk Bali yg ‘welcome’ dengan orang asing dan mampu bekerjasama untuk menciptakan tempat wisata yang menarik. For sure, bukan Bali aja yg indah, g yakin Bunaken juga nga kalah (walopun blm pnh pergi). Tapi akses menuju lokasi dan advertisement yg kurang, membuat Bunaken less famous di kancah internasional. Hm, list tempat wisata yang menarik di Indo sebenernya panjang banget. Yg g sayangkan, pemerintah nga terlalu aktif promosiin. Kita punya menteri pariwisata nga sih? Kalo nga ada, kita bentuk tim sendiri aja gih vin.
January 3, 2008 at 2:31 pm
masing-masing berperanan untuk memajukan apa juga program. justeru keseriusan harus ada untuk mempromosi agenda kemajuan
January 3, 2008 at 11:13 pm
10 juta????????????????
setereeeeeeeeeeessssssssss………!!!
January 4, 2008 at 2:35 am
barusan jemput emak-babe di asrama haji pondok gede..AMPUN2AN DAH!! jalanan tanahnya becek berat! ga tertib ama skali, kita udah kaya kebo2 pembajak sawah! bukannya departemen Agama pemasukan duitnya udah ngocor banyak bgt ya? bukannya endonesah pemasok kuota haji paling banyak ya? kok jemaahnya diperlakukan layaknya kebo2 pembajak sawah? gw bikin program juga ah, judulnya “DON’T visit Indonesia..EVER!” buahahahahah
January 4, 2008 at 8:13 am
zzz….z.zz.zzzz……zz.z.z.z.
update
update…
huhuhuhu
January 4, 2008 at 12:11 pm
Tolong, plis, jangan ada yang menyebut-nyebut disini bahwa Danau Toba tidak masuk dalam proyek Visit Indonesia Year 2008.
Sekali lagi, aku mohon jangan ada yang gembar-gembor, bahwa danau yang elok itu telah dihapus dari daftar tujuan wisata unggulan Indonesia…kasihan saudara-saudaraku orang Batak dan para pecinta Daanau Toba di seluruh dunia….. bisa pingsan rame-rame mereka kalau mendengar kabar memalukan ini.
January 5, 2008 at 12:03 am
dihapus kenapa ya?
January 14, 2008 at 4:54 pm
Betul itu, kebanyakan masyarakat kita masih belum sadar (atau tidak mau sadar) tentang kebersihan, sering buang sampah sembarangan dengan wajah tanpa dosa. Bagus mbak, daripada buang sampah sembarangan, mendingan selalu bawa TPS portabel kemana-mana.
Saya dukung!
[OOT]
BTW website Visit Indonesia aja katanya menghabiskan 17,5 M ya.
January 14, 2008 at 10:06 pm
hahh?? website aja ngabisin duit segitu? *geleng2 kepala tidak percaya*
btw, iya, sebenernya masih banyak lagi keluhan dalam dada ini, misalnya budaya antri yang ga pernah bisa diwujudkan disini.. semua serabat-serobot sesuka jidat aja.. kacau banget deh -_-
January 14, 2008 at 10:49 pm
bagaimanapun aku akan tetap mencintai Indonesia (biarinlah dibilang cinta buta). Perjuangan tetep untuk indonesia, apalagi kalo sampe ada yang ngambil reog ponorogo (kesenian dari daerah aye). Hehehehe…
Leave a Reply