October 20, 2007...6:32 am

Machitaro, in loving memory

Jump to Comments

19 Juni 2004,

Di hari ulangtahun saya yang ke-18, saya diberi hadiah ulangtahun oleh ketiga sahabat saya saat itu: Nanda, Dhiza, dan Aya. Hadiah itu bukan berupa barang mahal atau perhiasan ataupun materi lainnya. Hadiah itu jauh lebih berharga daripada itu semua, saya diberi seekor kelinci putih yang sangat lucu dan menggemaskan. Kelinci itu saya beri nama Machitaro.

“Jaga dengan baik ya, Mbak Yu. Kelinci ini gue beli jauh-jauh dari Puncak naek bis loh,” ujar teman saya yang bernama Aya.. terharu rasanya membayangkan teman-teman saya telah memilihkan hadiah kecil yang sangat istimewa itu. Dan bahkan ketika persahabatan saya dengan Aya mulai memudar dan kami mulai menjauh, saya masih suka merasa sedih jika mengingat indahnya kebersamaan kami pada hari itu.

machi_kecil.jpg

Machitaro,seperti layaknya semua anak kelinci di dunia, merupakan hewan yang sangat lucu dan manis. Sejak ia ada di rumah, saya dan kakak saya seperti punya mainan baru. Setiap hari ada saja waktu yang kami luangkan untuk bermain dengannya, memberinya segala jenis sayur yang ada di rumah, atau sekedar duduk-duduk di sebelah kandangnya, memandangi makhluk kecil berbulu yang memiliki wajah lugu tanpa dosa itu.

machi_spoty.jpg

Dan bahkan Spoty, kucing kesayangan kami saat itu, juga senang dengan kehadiran Machitaro. Kadang-kadang mereka berlari kejar-kejaran di taman belakang rumah. Sepertinya dia senang karena akhirnya ada teman untuk diajak bermain dan mungkin bahkan mengobrol, membicarakan pemiliknya barangkali hehe..

machi_rumput.jpg

Seiring dengan bertambah besarnya Machitaro, kami menyadari ada keanehan terjadi. Telinganya yang sebelah kanan tidak lagi berdiri seperti layaknya telinga kelinci normal. Telinganya yang kanan patah! Entah patah atau apa, yang jelas semenjak itu telinga kanannya selalu jatuh terkulai. Dan jika kami memanggilnya untuk memberinya makan, “Machi!” telinganya yang terangkat hanya yang sebelah kiri. Lalu ia akan berlari-lari mendatangi kami dengan penuh semangat.

klincibete.jpg

Setelah sekian lama bersama kami, Machitaro seringkali sakit. Biasanya bagian hidung dan telinganya seperti terkena penyakit kulit. Hal itu biasa terjadi, karena kelinci memang hewan yang rentan penyakit. Tapi Machitaro tidak pernah menyerah. Meski sedang sakit parah, ia akan tetap makan dengan semangat. Dan setelah kami bedaki ia dengan bedak khusus hewan, ia akan cepat pulih kembali. Bahkan suatu hari saya berkata pada teman-teman saya, bahwa saya banyak belajar dari kelinci saya, untuk tidak pernah menyerah dalam hidup. Karena Machitaro, yang hanya seekor kelinci saja, memiliki semangat hidup yang sangat tinggi. Ia tidak pernah bersedih, meskipun saat itu penyakit kulitnya sedang parah-parahnya. Dan hebatnya, dengan semangat hidup dan optimismenya, ia selalu sembuh dan sembuh lagi.

othellomachitaro.jpg

Hari berlalu, kehidupan berubah, Spoty telah meninggalkan kami setelah kebersamaan selama 11 tahun, dan Machitaro pun mendapatkan teman baru: Othello dan Bonita, dua kucing saya yang diberi teman kakak saya. Awalnya semua baik-baik saja, bahkan Othello dan Machitaro yang warnanya sama-sama putih, tampak akur dan bersahabat. Kadang-kadang Othello menerkam saat Machitaro sedang makan rumput, tapi Machitaro menanggapinya dengan dingin saja. “Maklum sajalah, kucing masih muda, lagi semangat-semangatnya,” mungkin itu yang ada di pikiran Machitaro saat itu.

machi_last2.jpg

Tapi lalu semakin banyak perubahan terjadi. Pada September 2006, kami sekeluarga pindah rumah. Di rumah baru ini, tidak ada halaman belakang rumah yang luas. Yang ada hanya taman kecil yang ditata ibu saya dengan rapi. Ia tidak mau ada kelinci yang memakan habis tanamannya. Jadilah Machitaro kami letakkan di halaman samping, tempat dua ekor burung kami berada, dimana hanya ada sepetak rumput disana.

Semenjak itu, Machi tidak lagi bisa bermain-main dengan Othello, dan lebih parah lagi, bahkan saya pun jarang bermain dengannya. Saya hanya datang mengunjunginya pada malam hari untuk memberinya sayur sawi kesukaannya dan membelainya sekali-sekali. Tidak lebih dari itu. Dan semakin hari, diiringi kesibukan saya yang semakin padat, semakin jarang saya ingat padanya. Biasanya kakak saya yang selalu ingat untuk membelikannya sayur, memberinya makan setiap malam, dan membedaki bagian tubuhnya yang sakit. Bukan hanya lingkungan yang berubah, saya pun berubah. Saya bukan lagi pemiliknya yang memperhatikannya seperti dulu. Dan ketika Machitaro kembali sakit seperti dulu, ia tidak juga diizinkan untuk pindah ke taman dalam, karena orangtua saya takut penyakitnya menulari kami. Dan semenjak itu hanya semangat membaranyalah yang membuat Machitaro bertahan.


20 Oktober 2007,
Hari ini, ibu membangunkan kami dengan ucapan, “Innalillahi wa ina ilaihi rojiun.
Mendengarnya saya dan kakak saya tersentak bangun, “Siapa ma?”
“Machitaro meninggal.”
Saat itu juga saya tak tahu harus berpikir apa, sama seperti setiap saat saya mendengar berita kematian, atau menyadari saya telah kehilangan sesuatu untuk selamanya, saya selalu terdiam dan tak tahu harus merasa apa. Air mata lalu mengalir, mengingat baru semalam saya dan kakak saya mendatanginya dan memberinya makan. Saat itu dia masih mau makan sawinya, tapi tubuhnya telah menjadi semakin kurus dan lunglai. Kakinya telah lumpuh, dan saya yang bodoh saat itu hanya berpikir, “Sampai kapan dia akan bertahan?”

Machitaro kini telah bahagia di surga, setelah menemani hari-hari kami selama 3 tahun lebih, yang merupakan waktu cukup lama untuk kehidupan seekor kelinci. Dan meskipun tidak banyak yang telah saya berikan padanya, saya sangat bersyukur telah memiliki Machitaro, yang merupakan sisa peninggalan suatu persahabatan yang telah hilang, yang bukan hanya telah memberi saya berjuta kenangan, tapi juga inspirasi, karena belum pernah sebelumnnya saya memiliki hewan peliharaan dengan semangat hidup yang begitu tinggi. Bahkan saat sakit ia tidak pernah menyusahkan kami. Terimakasih Machitaro, maafkan saya yang telah banyak mengecewakanmu.

Life, embrace it while it lasts cos everything will end eventually.

 

15 Comments

  • Innalillahi wa ina ilaihi rojiun…
    Ga nyangka ternyata si machitaro yang terkhir kali gw liat dengan kuping lumpuh itu telah meninggal dunia…
    tp don’t worry, just like that disney movie title:

    “all rabbits go to heaven”

    :D

  • kamu seperti nane, pecinta hewan!!
    :)

  • I know exactly how it feels. It took me 2 years to get over my belated lil puppy’s tragic death. Anyway, I hope u’ll pull thru, and will soon get a new pet to love.
    Btw, I’ve added ur blog on my blogroll, hoping that u’d do the same. Thank u.. -Mel-

  • thanks guys..yesterday i cried my eyes out all day, but now i’m okay again :(

  • “mba yu….”

    gw sediiiiih bgt mendengar kabat wafatnya machitaro..gw denger dari nane..ko loe ga bilang2??

    mmmm sedikit komen dengan kata2 loe yg ini..Dan bahkan ketika persahabatan saya dengan Aya mulai memudar dan kami mulai menjauh..”mba yu,dari dulu,sekarang,sampe nt,gw tetep nganggap loe sahabat gw yg terbaik,dan gw ga pernah merasa persahabatan kita memudar :), gw tetep sayang sama loe teman”

    makasih bgt ya mba yu loe udah merawat machitaro dengan baik dan penuh rasa kasih sayang..kpn2 gw boleh yah ziarah kekuburannya machitaro..
    semoga arwahnya machitaro diterima disisi Allah SWT..amin

  • ayaaa!! hiks..tau ga gue jadi nangis baca komen lo ini! hwaaaa… tanggung jawab lo Ya! btw glad to have u around..kerja dimana sih lo skaranggg?! kt pak dadang smua anak pkembangan dah jadi orang bank skarang hihi

  • mbak,kok critanya sama ky aq,pas di malankl dl.Tw gak,aq 2 tahun nangis trus kalau keingat dia,kelinciku,si nyunyu.dia cm mau nemenin aku selama 8 bulan,trus dia ngambek makan dan…inalillahi.mbak,yg nangis bkn cm aq,tp keluargaku juga….mau diapain lagi…dan aq tambah sedih,waktu kuburannya mau di cor atu disemen….sekarang ada lagi derita yg lain…lagi2 aku kehilangan hewan,yaitu hamsterq, dia hrs kutinggal kan di kota asalku..malank,terpaksa.aq takut dia sakit,diberi makan asal-asalan oleh tukangku…dan ternyata dia dicuri..pasti dia udah mati….aq gak tau lagi mbak…mbak,bagi crita ya,sms aja di aku,081933799588

  • DI saat kau bahagia,ada machi disana…
    Saat kau sedih..dia juga ada disana..
    Saat dia sakit,kita ada disampingnya…
    ia pasti tahu kapan kelembutan akan datang padanya….
    dan ia pasti tahu kapan kelembutan itu menghilang padanya…
    Ia pasti menyadarinya…
    Mungkin ia merasa tak dihargai..
    Atau malah berterima kasih …karna tlah merawatnya…
    sebenarnya ia juga punya perasaan.
    seharusnya,saat akhir masa hidupnya..
    belaian kasih sayang dan ketulusan sang pemiliknya harus menyertai…
    mengapa tak kau lakukan?…

  • very interesting.
    i’m adding in RSS Reader

  • Sebenarnya kupingnya itu bukan patah tetapi mungkin dia keturunan ras LOP yang memang kupingnya terkulai kebawah, mungkin juga dia belasteran dgn ras biasa jadi kupingnya terkulai hanya sebelah saja. Masih banyak kelinci-kelinci yg lucu dan imut-imut…. jadi jgn sedih yach.

  • w ikut sedih yach,w jg pernah kok ngerasain apa yg loe rasain.sedih bgt pdhal mochitaro hewan kecynk’a loe,tp jangan terlarut dlm kesedihan.ok gril’s ^_^

  • ini semua ngebahas apaan sich gua kok gak ngarti sama sekali maksudnya apaan?dasar gua emang orang bodoh

  • Q suka dh dengar critanya bgt penting bngt binatang bt km q jg suka kelinci q pelihara 5 dan mati smua di curiutetanggaq sendiri abis tu di panggang sate q ampe nangis_,_

  • Lam kenal…
    Wah, membaca kisah machitaro membuatq bernostalgia ttg my rabbit, cimot namanya :)
    Hix, kebersamaan kami sekitar 2 tahun, kelinci jantanku juga mati karena sakit. Tetapi sepanjang hidupnya meninggalkan berjuta kenangan. Dia datang dengan ukuran tubuh segenggaman tangan dan pergi dengan berat 3 kiloan! ndut banget!!
    Betapapun nakalnya (pernah ngompol di pangkuan, mengkeritiki pinggiran sandal jepit dan diktat kuliahq, sampe gigitin kabel charger waktu ngecash hp, ) kami sekeluarga tetep sayang. Tiap Subuh dia loncat ke tempat tidur trus jilat2in jari kaki meminta kami bangun.. (dya tinggal di hlmn. belakang dan masuk waktu pintu dapur dibuka)
    Dia juga selalu mupeng ngeliat apa aja yang kami makan, jadi kadang dia ngemil nasi, kerupuk, biskuit, sampe ayam!! Apa itu yang bikin umurnya ga panjang ya?? Seingatq dia ‘pergi’ karena masalah pernafasan (sesak nafas). Saat Cimot tiada, aq jadi merasakan ..” Ooo begini to rasanya kehilangan sesuatu yang amat saya sayang…”
    Even cuma kelinci,
    Tetep aja :(

  • OMG..
    OMG..!!

    OOOOOMMGGGGGG!!

    aku pernah liat kelinci putih di lempari batu
    sampai berdarah-darah
    tapi dia diam saja & terus cuek, alihkan perhatiannya dengan makan rumput !!

    OMG !!
    OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMGGGGGGGGGG!!
    OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMGGGGGGGGGG!!

Leave a Reply